Jumat, 05 April 2013

Singkat!

Ditengah malam suatu kota.
Mungkin aku baru kali pertama kesana, kesalah satu tempat yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya.
Suatu kota yang tidak begitu padat bangunannya layaknya kota Jakarta. Tidak begitu kotor, tapi malah tertata rapi, padahal itu sebuah daerah. Jalanannya pun tidak seramai diJakarta, dan tidak begitu banyak motor yang lalu lalang, melainkan beberapa mobil pribadi yang lalu lalang dikota itu. Padahal malam itu malam minggu, malam minggu disalah satu kota, yang aku kunjungi untuk beberapa hari ini.
Ditengah malam itu aku pergi tidak sendirian, melainkan dengan beberapa pria yang aku kenal, tidak lebih tepatnya cukup aku kenal. Dan aku satu-satunya wanita yang ada didalam mobil itu. Dan nyatanya aku pun yang paling muda diantara mereka. Kenapa aku bisa berkata seperti itu, karna faktanya didalam sana ada pria  yang sudah berkeluarga, dan sekarang dia sudah menjadi seorang ayah. Selebihnya masih berkuliah disalah satu universitas terkemuka disatu kota tempat dia tinggal dan satu lagi dia lebih memilih kuliah dikota orang, bukan dikota kelahirannya.

Percakapan dimulai dari dia, sebut saja dia adalah pria yang duduk dibelakang, disamping kananku. Pertanyaan singkat yang bisa membuat aku senyum seketika. Dengan logat khasnya dia menanyakan itu. Menanyakan berbagai pertenyaan singkat, dan itu semua dimulai pada malam itu. Kemudian bersahutan, berbagai macam pembicaraaan dimulai, dan mereka berbicara tidak dengan satu bahasa melainkan tiga bahasa,  ramai sekali suasana pada malam itu, meskipun tujuannya hanya untuk pulang kerumah dari suatu tempat yang tadinya kita kunjungi secara terpisah.

Semakin bersahutan, ketiga pria itu berbicara dengan nada penuh canda namun sedikit ketegangan, sering kali aku terdiam, sedikit demi sedikit mencoba mengartikan pembicaraan mereka, dan untungnya aku sedikit mengerti pembicaraan mereka, dan sesekali aku tersenyum kecil bahkan tertawa mendengar pembicaraan mereka bertiga. Dan ketika pria disebelahku menyakan sesuatu yang membuat diriku tercengang, tapi seringkali kedua pria didepan tempat dudukku berbicara dengan nada tinggi penuh emosi tapi pada akhirnya menjadi sebuah lelucon, ah sering kali aku tidak dapat mendengar kata demi kata yang keluar dari pria yang duduk disampingku, namun seketika, aku dapat mendengar dengan jelas, meskipun kedua pria didepanku bersahut-sahutan berbicara dan berdebat tanpa henti.

YANG AKU DENGAR HANYALAH PERKATAAN KAMU, DAN YANG LAIN HANYALAH HIASAN. Iya aku tak perdulikan perkataan meraka, apa saja yang mereka bicarakan, aku hanya menyimak tapi aku hanya memperdulikan satu ucapan yaitu cuma ucapan kamu yang kamu sampaikan dengan logat khas kamu, mungkin terdengar lucu, tapi aku suka, iya suka dengan cara kamu berbicara, cukup jelas dan tidak terbata-bata tapi ya lucu. Dan sampai detik ini aku masih mengingatnya didalam hati.

Sudah sampai, perjalanan singkat itu yang tidak mungkin aku lupakan, cukup singkat namun menghangatkan, cukup membuat aku melted. Pintu mobil dibukadan kita semua turun dari mobil, kembali menjadi jaim satu sama lain, terdiam dengan kesibukan satu sama lain, seakan waktu berputar hebat dan menghilangkan kejadian tadi. Yah memang begitulah cara mereka menempatkan diri, ada waktunya diam dan ada waktunya untuk seru-seruan, dan itulah ciri khas anak muda didaerah sana, beda ya dengan Jakarta yang pergaulannya cukup keras.

Dan itu adalah perjalanan yang cukup singkat, hangat dan nyaman, dan aku cuma bisa berdoa, sampai nantinya kita semua dipertemukan kembali, dan apa jadinya? Akankah kejadian malam itu bisa diulang kembali atau malah, mungkin lebih seru dari pada kejadian ditahun ini? Aku cuma bisa tersenyum dan menunggu, iya menunggu waktu dan ALLAH SWT yang menjawab semua ini. Selamat tinggal kota ternyaman dan terhangat, semoga aku bisa menetap lama nantinya disana :)<3









Tidak ada komentar:

Posting Komentar