Senin, 01 April 2013

Namanya juga anak kecil u,u

Waktu itu, kita tidak pernah mengenal satu sama lain, tidak pernah mengucapkan satu demi kata, melainkan hanya melihat dari jarak yang tidak begitu dekat. Tidak melontarkan senyuman, melainkan hanya melihat dengan cara mengendap-ngendap layaknya seorang maling yang ingin mencari berangkas.

Iya dulu, dua anak kecil polos yang duduk dibangku sekolah dasar dan yang satu lagi duduk dibangku sekolah menengah pertama. Kebayangkan lugunya mereka berdua, sepasang anak kecil yang belum begitu tahu akan mengahnya dunia.

Waktu itu, kita juga pernah ditinggal didalam rumah, yang isinya cuma kita berdua, dan yang lain hanyalah hiasan, dan nyatanya memang anak kecil yang sibuk dengan dunianya sendiri, melakukan hal-hal yang tidak dapat dimengerti satu samalain, namanya juga anak kecil. Seketika mendekat, mengambil barang yang ia putar, kemudian menjauh tanpa kata, ya namanya juga anak kecil yang sama-sama lugu dan tidak ada satupun yang memulai pembicaraan.

Sampai ketika orang tua mereka berdua berbicara tentang perjodohan, ya namanya juga anak kecil dengar pembicaraan orang tua tapi tidak ingin ikut campur dan memikirkannya. Anak kecil itu tidak mungkin menanyakan apa itu JODOH pah mah, apa ama? hehe ANAK KECIL cuma sibuk main, tidak perduli apa yang dibicarakan orangtua mereka. Dan bagi mereka tidak dapat membedakan mana pembicaraan serius dan bercanda, namaya juga anak kecil yaa.

Tujuh tahun silam waktu berlalu, dan mereka berdua terpisah akan jarak dan waktu, tidak pernah perduli nantinya akan bertemu dengan lagi atau tidak, tidak pernah perduli nantinya rupa mereka berdua akan seperti apa. Dan tidak pernah perduli akan JODOH itu apa???

Dan waktu itu berlalu dengan semestinya, tanpa sadar mereka berdua dipertemukan dengan cara singkat dan dengan pembicaraan yang singkat. Itu adalah proses pertama yang dulunya waktu kecil mereka hanya memberikan pandangan lugu satu-samalain dan tanpa melontarkan kata demi kata. Dan itu adalah kemajuan yang cukup pesat dan mengagetkan.

Ya ALLAH untaian kata yang terlontar manis dari bibirnya masih teringat jelas sampai detik ini, bahkan rupanya yang mewan dan dapat menyejukan hatipun masih terpapar jelas sampai detik ini. Setelah mereka tumbuh dewasa akankah ada pembahasan tentang perjodohan? hmm mungkin keduanya masih terfokuskan dengan ilmu yang ingin mereka gapai, bukan melainkan kesuksesan yang ingin mereka raih satu sama lain. Mungkin lebih tepatnya semakin mereka berdua tumbuh dewasa, semakin adanya persaingan yang tidak sengaja terbuat dengan sendirinya. Persaingan yang menentukan siapa yang menang dan yang kalah, persaingan yang benar-benar menentukan pantas atau tidakkah...

Dan semua sudah diatur oleh ALLAH, kapan persaingan itu selesai, dan berjalan sebagaimana mestinya, dan sampai kapan titik terang tentang perjodohan itu terjadi dan terlaksana, dan itu semua hanyalah kehendak ALLAH SWT. Karena manusia hanyalah makhluk ciptaanya yang ia rangkai sedemikian rupa menjadi sosok yang ditempatkan ditempat istimewa atau ditempat biasa saja.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar