Suatu hari dimana aku bertemu dengan seorang gadis, sebut saja dia Bunga. Gadis cantik berpenampilan cuek dengan gaya masa kini. Berawal dari satu catatan yang aku temukan disuatu tempat ditengah keramaian, awalnya aku tak berani untuk membukanya, akan tetapi catatan ini mana mungkin dibuang oleh pemiliknya, hmmm mungkin saja tertinggal. Dan aku mulai memberanikan diri untuk membuka bagian dalam bukunya. Dihalaman pertama terdapat gambar seorang wanita cantik dengan rambut lurus sebahu, dan dibawah gambar itu ada satu nama yaitu Bunga Melodic Candra's mungkin saja itu nama pemiliknya. Kututup catatan itu lalu kusimpan didalam tasku. Beberapa menit kemudian ada seorang gadis yang berlari ke arahku dan berkata "Maaf lihat catatan yang tadi tertinggal disini tidak?" dengan nafas yang tak beraturan.
Lalu seketika aku menjawabnya "Iya ini bukan?" sambil mengeluarkan catatan itu dari tas. Dan sontak wajahnya berbinar dia langsung segar layaknya tidak berlari menuju tempat ini, lalu dia berkata "Terimakasih untung ada kamu yang menemukan ini, aku tidak tahu apa jadinya nanti jika cacatan ini jatuh ketangan orang lain :(" begitulah katanya sambil mengambil buku dari tanganku.
Dari kejadian itu emapt tahun yang lalu, dan sampai detik ini aku masih berteman baik dengan dia, entahlah mungkin sebut saja kita sahabat, yang dipertemukan Tuhan dengan cara spontan dan tidak terduga sebelumnya. Empat tahun lebih bersama bunga, berbagai macam cerita sudah pernah kita bicarakan, terlebih lagi soal pria, mungkin bisa dibilang rahasia kita ada pada diri kita satu sama lain. Mungkin karna itu Tuhan berikan kita waktu selama ini, bersahabat layaknya saudara jauh.
Bunga, waktu itu pernah mengajakku kesuatu tempat, suatu tempat dimana aku hanya dapat melihatnya dalam mimpi saja. Tapi semua berkat bunga, aku bisa berdiri bahkan duduk nyata disana, dipinggir pantai yang berbalutkan pasir putih, dipinggir pantai yang dikelilingi air laut yang berwarna biru cantik, dipinggir pantai iya disana aku suka sekali tempat ini, dan Bungalah orang yangpertama kali membuat mimpiku menjadi nyata.
Aku sering ketempat itu, meskipun terkadang aku kesana tanpa ditemani Bunga, Bunga pernah berkata bahwa "Sayang jika kamu penat akan rutinitas hidupmu, kemarilah anggap saja ini jalan menuju surga untuk mendamaikan hati kamu yang telah melalang buana mencari suasana segar, menghindar sejenak dari berbagai macam tuntutan yang menuntutmu untuk berbuat ini dan itu, aku tahu sayang, kamu lelah, jadi datang saja kesini, ditempat ini kamu bebas pergi dan kemari lagi sesuka hati kamu. Itu adalah perkataan Bunga yang selalu aku ingat didalam hati.
Bunga ketahuilah disana aku lebih sering duduk dipohon besar itu, entahlah mungkin aku merasakan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi disana, dan Bunga perlu kamu tahu aku sering menuliskan kata perkata yang mengungkapkan isi hatiku kemudian aku menempelkannya dibatang pohon itu. Dan keesokan harinya aku datang lagi, paper itu sudah tidak ada,mungkin saja angin yang mengantarkan paper itu kepada sosok yang tepat, sosok yang berjiwa besar yang selalu senantiasa memberi cobaan untukku, tapi tetap memberikan kesempatan dan kebangkitan untuk diriku.
Bunga, waktu itu aku duduk dibawah pohon itu, tapi kali ini aku melihat seorang pria yang berjalan mendekat kearahku, tapi ketika aku menoleh sedikit dan mencari tahu siapa pria itu, malah aku tak menemukan dia, melainkan hanya jejak kakinya saja. Sudahlah aku tak pernah perdulikan siapa pria itu,dan untuk apa dia berjalan mendekat kearahku, karna tujuanku kesini hanyalah menghindar untuk menenangkan hati dan pikiranku sejenak.
Beberapa bulan berlalu, aku tidak datang ketempat itu, dan sekarang mungkin aku merindukan tempat itu, merindukan pohon kesayanganku, dan kali ini aku kesana dengan hati senang dan rasanya aku ingin menceritakan kejadian hari ini kepada pohon itu. TAPI NYATANYA aku menemukan pria yang duduk ditempat ternyamanku :( Bunga itu tempatku, kenapa dia harus menempati tempat ternyamanku :(
Dengan rasa kesal aku mendekati pria itu, pria yang sedang duduk dibawah pohon ternyamanku dengan posisi memangku laptopnya. Aku belum berkata sedikitpun tapi dia malah melontarkan sesuatu, "Kamu gadis yang waktu itu yaa" sambil tersenyum. Aku cuma bisa diam, sambil berkata dalam hati memangnya kapan kita pernah ketemu?! kesal. Hi gue Anggara, lo pasti temannya Bunga kan? kata pria itu memperkenalkan diri. OH NO! Dia malah memperkenalkan dirinya sementara aku diam membisu dengan penuh tanya! Kok lo bisa tahu gue! Bunga tidak pernah cerita kalau dia punya saudara laki-laki, argg seribu macam tanya mencakup dkepalaku. "Mungkin bingung ya, sebenernya gue temannya yang punya pantai ini, dulunya gue sering kesini, duduk ditempat ini sambil mengerjakan tugas-tugas kuliah gue, ditempat yang lo miliki sekarang. Dibawah pohon kesayangan lo." begitu katanya. YA TUHAN, itu adalah tamparan hebat, kok dia bisa tahu ini pohon kesayangan gue, aduh gue ngerasa gag tenang arg! dumelan dalam hati.
Hari demi hari berlalu, menggantikan minggu yang kini berubah menjadi bulan, Bunga kamu tahu tidak! Aku deket sama GARA (panggilan ku untuk anggara) u,u mungkin kedengarannya gila, dari kejadian itu aku jadi dekat dengan gara. Anggara itu pria keren, pendiam, tapi humoris, dan satu sifat yang aku suka darinya adalah kelembutannya, BUNGA AKU MELTED :$
Beberapa tahun kemudian, setelah kamu lebih memilih kuliah diluar kota dan meninggalkan aku disini. Aku jadi jarang ketempat yang memberikan aku kenyamanan super duper nyaman. Dan aku pun sudah tidak begitu dekat dengan Gara. Mungkin sekarang aku merasa aku kehilangan kamu, semenjak kamu memilih untuk tinggal jauh, bukan disini bersama ku Bunga.
Sampai disuatu ketika, aku duduk disalah satu cafe rekomendasi Bunga, disana aku hanya minum segelas cokelat panas, dan diiringi oleh lagu-lagu mellow yang diputar dicafe itu. Tiba-tiba ada seorang pelayan memberikan aku sebuah kotak, ketika aku tanya ini dari siapa, pelayan itu hanya menjawab "Jika kaka buka kotaknya kaka pasti tahu siapa yang memberikannya, baiklah saya tinggal dulu ya kak" begitulah kata pelayan itu. Dan aku masih terdiam sambil melihat dan berpikir kotak ini dari siapa?. Hati ini menjerit sambil berkata sudah buka saja, dari pada kamu penasaran dengan pengirimnya atau bahkan kamu lebih penasaran lagi dengan isinya. Lantas aku mulai memberanikan diri untuk membuka kotak ini, BINGO inikan paper-paper yang aku tempelkan dipohon kesayanganku, tapi kenapa malah bisa terkumpul dan terjawab semua tanyaku diantara paper-paperku? Mana mungkin Tuhan yang menuliskan itu? hmm
Semakin sibuk aku dengan kuliahku, kali ini aku sudah benar-benar diujung tanduk untuk menyelesaikan perkuliahanku, tidak terasa empat tahun berlalu dengan penuh tanya yang masih belum terjawab. Dan hari ini adalah hari dimana Bunga wisuda, tapi aku tak bisa datang kesana, karna tugas-tugasku yang belum terselesaikan, dan untunglah dengan rasa rendah hati namun kecewa bunga memakluminya :')
Hari ini adalah hari dimana aku wisuda, tak begitu jauh memang dari jarak Bunga wisuda. Kini aku mendapatkan gelar SH, Sarjana Hukum nyatanya dulu aku sangat benci hukum, tapi takdir berkata lain dan takdirlah yang melaju untuk aku memilih dan mengambil jurusan itu. Disaat aku wisuda aku menemukan sosok yang aku tunggu-tunggu, Bunga iya datang, ya Tuhan aku senang sekali, karna aku merindukannya amat sangat rindu dengannya, mungkin aku punya berjuta-juta cerita yang belum sempat aku ceritakan kepadanya. Terutama dengan pengirim paper itu, sampai detik ini pun aku belum tahu siapa pengirimnya.
Dua puluh menit berjalan diantara tiupan angin malam.
Berpegangan erat dari belakang, dan nyatanya tubuh ini mulai melemah.
Mungkin butuh istirahat sejenak, ah tidak melainkan butuh suasana baru dikota Jogja.
Bandung, Bali, Jogja itu adalah tiga tempat yang sampai detik ini belum kamu kunjungikan? Aku tahu kamu ingin, tapi ada beberapa hal yang tidak memungkinkan untuk kamu kesana. Untuk mengobati rasa itu, aku cuma bisa kasih kamu ini foto-foto yang mewakili ketiga tempat itu, semoga kamu suka :)
"Sayang pria ini ngertiin kamu banget loh, foto-foto yang dia kasih kekamu juga bagus-bagus" kata Bunga heboh melihat paper-paperku dan jawaban paper-paper dari si misterius itu. "Bunga, kira-kira siapa ya dia?" tanyaku kepada Bunga. Dan Bunga menjawab "Aku tidak tahu sayang, mungkin saja dia adalah pria yang dipilihkan Tuhan untuk menjadi pendamping kamu kelak" kali ini nada bicara Bunga serius. Dan sampai hari ini, detik ini pun aku belum bisa mengungkapkan siapa sosok pria misterius yang menjawab paper-paperku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar