18 Desember 2015
Sore ini Genta menjemputku didepan kampus,
dengan mobil Honda jazz berwarna biru, mobil kebanggaannya yang ia beli dengan
uangnya sendiri, uang hasil ngamen dari cafe ke cafe itu ucapan merendah Genta,
sosok pria yang belum ada sebulan aku kenal.
“Hei masuklah, aku bukan supir yang akan
membukakan pintu untukmu” ucap Genta menggodaku.
“Aih kau ini, mengapa semakin kesini kamu
menjadi begitu menyebalkan” sahutku sambil masuk kedalam mobil.
