Jumat, 20 September 2013

Masa lalu 1

Salah itu jika diawal kita kenal dan berakhir pada kesalah pahaman dan fitnah, disini bukan salah kamu atau dia, tapi salah aku karna aku mencintai kalian berdua, karna aku terpikat dengan dia, terlanjur sayang sampai aku jatuh dalam kesalah pahaman respon yang dia berikan, dan kemudian bertemu kamu, kekasihku yang sampai detik ini masih kumiliki. Aku ingin menceritakan tentang dia, karna tak mudah membangun rasa untuk dia, untuk perempuan yang sudah tiga tahun kukagumi, tiga tahun yang membuatku seperti ini.

Waktu itu aku menganal dia, sosok perempuan biasa tapi menarik perhatianku, aku satu sekolah dengannya tetapi kita beda jurusan, dan tentu saja kita seangkatan. Awalnya aku hanya ingin mengenal dia, tapi lama kelamaan aku mulai menaruh hati kepadanya, mencoba memulai dalam proses yang biasa saja, meskipun dia meresponku dan reaksiku hanya diam, diam dalam hati aku bingung harus berbuat apa, bingung harus bagaimana, dan kemudian aku terdiam dalam malu yang amat besar. Hari pertama aku gagal...

Berawal dari pesan singkat, aku mencoba untuk menyapanya, memulai proses baru yang tidak pernah terbesit dipikiranku, aku menghubunginya menyapanya dan kini kita berbincang walau hanya dengan pesan singkat, tapi bodohnya aku.... aku tidak bisa membangun topik pembicaraan dengannya dan yang aku tanyakan hanyalah "kamu sedang apa?" ketahuilah ini pesan singkatku yang ke14 kalinya dihari ini.

Hari ini entah berapa bulan aku berperilaku bodoh dihadapannya dan yang tak ku sangka teman sekelasku pun menaruh hati padanya, dia mengambil satu langkah yang membuatku sontak kaget tidak karuan. GILA AJA GANTENGAN GUE KEMANA-MANA TAPI KENAPA DIA SENYUM TERUS SAMA LO DIBANDING SAMA GUE!!! -kesal ku mendumel didalam hati.

Huft, setahun penuh kebodohan dan perjuangan yang tiada tara sudah ku lakukan, dan aku bangga karna teman sekelasku itu ditolak cintanya, hahahaha kini peluangku lebih besar tak ada lagi yang kini mengodanya... Baru aku berbangga hati untuk itu, tanpa disangka dengan mata kepala ku aku melihat dia berjalan dengan pria dan ketahuilah dia adalah musuh bebuyutanku disekolah, dia adalah laki-laki keras kepala, berbadan tinggi besar dan cukup pintar, musuh bebuyutanku beda jurusan. Dan saat ini hatiku bergetar tidak karuan, ingin marah ingin memukul tapi sudahlah...


Kamu itu kanvas putih, dan aku ingin mewarnakan emas disana.. itu adalah gombalan pertamaku, dan ketahuilah aku dapat membuatnya tersenyum, akhirnya respon bahagia terpancar dari wajahnya... AKU MEMIMPIN DIDEPANMU MUSUH BEBUYUTAN -kataku dalam hati

Hari ini adalah hari pertamaku mengajaknya pulang bersama, menaiki angkutan umum dan aku duduk disampingnya hanya berdua bersamanya, dan bodohnya aku hanya bisa diam tanpa kata dan tak berani memulai untuk bicara, dan dia perempuan yang sebentar lagi akan ku dapatkan hatinya selalu memulai pembicaraan walaupun aku hanya menjawabnya dengan singkat. Maaf aku sedang beradaptasi jika nantinya aku bisa terus bersamamu -kataku dalam hati sambil menahan malu



Tidak ada komentar:

Posting Komentar