Sebulan yang lalu, pernah ada perbincangan panjang diantara kita bukan? seputar pantai yang tidak pernah henti-hentinya keluar dari mulutmu. Dan tidak pernah bosan aku mendengar ceritamu tenang pantai bahkan aku tahu bahwa sampai detik ini, kamu hanya mengkhayal tentang pantai, tidak pernah datang atau bahkan melewatinya dari kejauhan. Tapi ketahuilah gadis manisku rasa kecintaanmu kepada pantai seperti angin yang selalu bersama dengan ombak, saling beriringan tapi tidak pernah dipertemukan.
Pernah terpikir untukku mengajakmu ketempat ini, tempat dimana aku menginjakkan kaki disini, membentangkan tangan dan menghirup udara bebas dengan sapaan angin dan suara ombak, gadis manis aku dipantai, dipantai yang indah dan kamu harus kesini secepatnya...
Pantai itu tempat dimana aku bisa berbincang dengan angin, tempat dimana aku bisa dipeluk dan didekap hangat sama angin, tempat dimana aku dibahagiakan dan dinasehati sama angin, tempat aku bersandar jika aku lelah dengan dunia, dan itu semua karna angin, karna angin adalah priaku, karna angin adalah kekasihku, dan karna angin adalah malaikatku yang disiapkan tuhan, sebab angin adalah pendampingku kelak, pendamping yang aku banggakandan kehadirannya tidak pernah lenyap oleh waktu~ (gadis manis)
Itu adalah sebab dimana gadis manisku suka sama pantai, dia jatuh cinta sama angin, amat sangat cinta sama angin... Dan sampai detik ini aku belum pernah tahu mengapa dia berpikir seperti itu, dan mengapa dia amat sangat merincikan angin seperti sosok yang nantinya akan bersama dia...
pria disampingmu yang terus menerus bingung

Tidak ada komentar:
Posting Komentar