hai kamu, iya kamu yang tiba-tiba menghilang bagaikan angin.
ketahuilah kini aku sering memainkan jari jermari ini, menceritakan
kata-kata yang menggambarkan kenangan kita, kenangan suka duka kita,
kenangan yang benar-benar tak akan pudar meski kamu sudah menjadi angin.
kamu tahu, aku menutup hati, bukan karna kamu, melainkan takkan ada
yang bisa menggantikan kamu disini, bersamaku menemaniku dan mencari
sosok angin.
kamu tahu, semenghilangnya dirimu aku lebih baik diam,
tak perdulikan apa kata orang, dan aku hanya mau bercerita bersama
angin, karna apa aku mencintaimu sama halnya aku mencintai angin.












