hai kamu, iya kamu yang tiba-tiba menghilang bagaikan angin.
ketahuilah kini aku sering memainkan jari jermari ini, menceritakan
kata-kata yang menggambarkan kenangan kita, kenangan suka duka kita,
kenangan yang benar-benar tak akan pudar meski kamu sudah menjadi angin.
kamu tahu, aku menutup hati, bukan karna kamu, melainkan takkan ada
yang bisa menggantikan kamu disini, bersamaku menemaniku dan mencari
sosok angin.
kamu tahu, semenghilangnya dirimu aku lebih baik diam,
tak perdulikan apa kata orang, dan aku hanya mau bercerita bersama
angin, karna apa aku mencintaimu sama halnya aku mencintai angin.
tahukah kamu, bukannya aku tak percaya dengan orang baru, tapi buat apa aku berperilaku baik tapi mereka malah menilaiku dengan cara yang tidak baik.
kamu tahukan sifat aku yang sebenarnya seperti apa, aku tahu kamu paham dengan diriku, dengan semua sifat-sifatku dan dengan semua keinginanku, aku tahu kamu tak mungkin bisa aku bohongi, tak mungkin bisa aku bodohi, karna apa yaa karna kamu tahu sisi gelap ku, bukan dengan cara menanyakan apakah aku baik-baik saja, tapi melainkan dengan pandangan kamu yang dari jauh diam-diam menatapku, mengatahui diriku dengan cara sisi terang dan sisi positifmu.
namun sayang, sekarang kamu pergi, menjauh layaknya angin..
kamu tahu setiap malam aku merindu, dengan cara apapun aku bisa merindukanmu, tapi aku tak bisa mendatangkan kamu kembali disini.
aku tahu sayang kamu abadi, yaa kamu akan abadi pergi bersama angin, mencari kebahagiaan untuk membahagiakan oranglain.
sama halnya kamu yang selama ini pernah membahagiakan aku, dengan cara pujiaan bahkan rasa sakit saat ditinggalkan begitu saja olehmu.
aku tahu kamu masih memikirkan aku, layaknya aku yang selalu memikirkan kamu, menutup hati untuk sosok yang lebih baik dari kamu, tapi aku tak akan bisa menggantikan sosok kamu dari sosok yang lebih baik nantinya dari kamu yang akan aku temui kelak.
aku tak mau menceritakan kejadian kita dulu, aku tahu itu rahasia kita kan, yang tidak boleh diketahui orang.
aku juga tahu kamu tak ingin satu orangpun mengetahui lembutnya kamu, dewasanya kamu bagaikan malaikat penjaga hariku.
aku tahu kamu masih memperhatikan aku, diam-diam menjaga aku, dan diam-diam pula ingin tahu gerak-gerik ku.
sayang aku tahu, kamu masih punya beberapa hal yang belum kamu tepati sampai saat ini, yang belum kamu wujudkan sampai saat ini.
tapi aku mencoba sabar menunggu sampai hembusan angin yang membawamu kembali disini bersamaku dengan berbagai cara yang dikirimkan dari tuhan, agar kamu kembali membahagiakan aku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar