Jumat, 03 Mei 2013

Tujuh = 7

Dalam Islam Angka tujuh merupakan angka istimewa, kenapa istimewa? karena angka tujuh ini banyak disebut dalam Al-quran dan Hadits, bukan untuk menjadikan angka tujuh ini menjadi angka hoki atau keberuntungan atau apapun sejenisnya, sebagaimana dalam Islam diantaranya adalah :

  • Makan Tujuh butir kurma ajwa dapat menangkal racun dan sihir
  • Allah menciptakan langit dan bumi masing-masing tujuh lapis
  • Jumlah hari dalam sepekan adalah tujuh
  • Manusia mencapai tahapan kesempurnaan penciptaan dirinya ketika telah mencapai tujuh fase.
  • Allah mensyariatkan kepada para hamba-Nya untuk berthawaf tujuh putaran.
  • Sa’i antara Shafa dan Marwah juga sebanyak tujuh putaran.
  • Melempar jumrah masing-masing tujuh kali.
  • Takbir shalat Ied di raka’at pertama juga tujuh kali.
  • Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Perintahkanlah mereka (anak-anak kalian) untuk shalat pada usia tujuh tahun” HR Ahmad (II/187), Abu Dawud (no. 494, 495), At-Tirmidzi (no. 407), Ad-Darimi (I/333) dan Al-Hakim (I/201)
  • Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sakit, beliau memerintahkan agar kepalanya disiram dengan air sebanyak tujuh qirbah. Al-Bukhari (no. 4442), dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Dengan lafazh “Guyurkan kepadaku (air) tujuhqirbah”
  • Allah pernah memberi kuasa kepada angin untuk mengadzab kaum ‘Aad selamatujuh malam.
  • Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdo’a kepada Allah agar memberikan pertolongan kepada kaumnya dengan tujuh masa sebagaimana yang diminta oleh nabi Yusuf. HR Al-Bukhari (no. 1006), dari Sahabat Abu Hurairah
  • Allah menggambarkan sedekah seseorang dilipatgandakan pahalanya sepertitujuh batang pokok padi yang masing-masing berisi seratus butir padi. Sebagaimana firman Allah : “ Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-taip bulir seratus biji. Allah meliput gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui” [Al-Baqarah : 261]
  • Batang padi yang dilihat oleh sahabat nabi Yusuf dalam mimpinya jumlahnya jugatujuh buah. Jumlah tahun saat mereka bercocok tanam juga tujuh.
  • Pelipatgandaan pahala hingga tujuh ratus kali lipat atau lebih
  • Yang masuk surga dikalangan ummat ini tanpa hisab ada tujuh puluh ribu orang. HR Al-Bukhari (no. 5707) dan Muslim (no. 220) dari Shahabat Ibnu Abbas. Lafazhnya adalah : “..Dan akan masuk Surga tanpa hisab dari mereka (umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam) tujuh puluh ribu orang”.
  • Disamping itu ada pula lafzh angka tujuh yang lain dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yaitu, Allah berfirman : “Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” [Luqman ; 27]
  • “Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja) kendatipun kamu memohonkan ampun bagi merekatujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka, yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik” [At-Taubah : 80]
  • Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Orang mukmin makan dengan satu usus manakala orang kafir makan dengan tujuh usus”  HR Al-Bukhari (no. 5393), Muslim (no. 2060) dan yang lainnya dari Sahabat Ibnu Umar, juga terdapat hadits dari Abu Hurairah dan Abu Musa. Hadits ini tidak menunjukkan pada jumlah usus yang tujuh pada orang kafir namun adalah permisalan (majaz) sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Al-Qaadhi Iyadh (yang dinukilkan oleh Imam An-Nawawy dalam Syarah Shahiih Muslim (XXIII/24), cet. Daar Ibnu Haitsam) bahwa hadits ini untuk menggambarkan bahwa orang kafir itu makan dan minumnya banyak, sedangkan orang mukmin adalah sederhana dalam makan dan minum. Lihat lengkapnya di Fathul Baari (IX/536-540)



Seputar dengan angka tujuh yang diambil dari beberapa pengalaman hidup manusia, beberapa artikel yang tertera baik dalam Islam ataupun dalam dunia dan tidak semua angka tujuh itu baik bagi meraka, atau bahkan tidak semua angka tujuh itu adalah angka keberuntungan bagi meraka. Mungkin bagi kalian ada yang menilai angka tujuh itu biasa saja, atau bahkan angka tujuh itu angka keberuntungan kalian atau bahkan angka sial atau terburuk kalian. Ada tiga kisah yang berarti diangka tujuh, dan diantaranya adalah :

Ada yang pernah menceritakan satu kisahnya, dia pernah berkata bahwa "tujuh adalah angka dimana aku berawal dan memantapkan diriku untuk berhijab, untuk lebih menutup diri dengan pakaian tertutup, dan mencoba mengurangi pola tingkahku yang masih suka selebor bahkan seronok dalam sikap bahkan perilakuku, dan aku pun berusaha untuk lebih mendekatkan diri dengan ALLAH SWT."

Memulai diri untuk berhijab itu tidak mudah, banyak cacian bahkan omongan orang lain yang mencela atau bahkan menghina dengan cara yang terkadang menyakitkan hati, dan entah mengapa aku merasa kuat, karna bagiku aku memulai ini semua dengan kesiapan hati, dengan penuh pertimbangan dan resiko yang nantinya akan aku terima, mungkin bagi kalian itu tidak perlu, tapi bagiku aku perlu hal-hal itu. Dan buat apa aku memperdulikan bahkan marah dengan perkataan kalian, karna bagiku aku tidak merasakan hal itu, jadi buat apa aku bersikap marah atau perduli dengan omongan bahkan cibiran kalian, karna ini adalah langkah awal aku untuk memulai segalanya, dan menangung resiko yang aku ambil sejak awal.

Terkadang keadaan yang menuntutku untuk menjadi sesuatu yang bukan diri aku seutuhnya, iya semenjak aku sudah berhijab beberapa bulan, aku mencoba sedikit demi sedikit merubah sifatku, dan pola tingkahku dan mencoba menjadikan diriku sebagai sosok perempuan yang berhijab layaknya istri para nabi.

Dan itu tidak mudah, banyak ujian-ujian besar yang mendesak aku dan terkadang aku menjadi semakin jauh dari keinginanku sebelumnya. Aku ingin berubah mencoba seperti layaknya istri para nabi tapi itu tidak mudah, butuh proses panjang dan aku harus cukup pintar memilih jalan yang bisa menuntunku untuk menjadi seperti itu, namun terkadang faktor lingkunganlah yang membuatku berubah menjadi sosok yang bukan diriku iya yang bukan sifat asliku, entahlah lingkungan ini bagaikan virus yang begitu cepat merubah seseorang yang baik dan lembut menjadi buruk dan kasar dimata orang lain yang baru beberapa bulan mengenalnya.

Aku tak suka prosespsi orang lain yang menilai diriku dari cara perkenalan denganku hanya dalam kurun waktu  beberapa bulan saja, karna aku bukanlah sosok yang kalian lihat dari kejauhan bukanlah sosok yang bisa dilihat dari cara penglihatan atau berbicara bahkan mengenal dalam kurun waktu singkat, aku bukanlah orang yang mudah nyaman dan cepat beradaptasi dengan lingkungan, karna selama ini aku hanyalah dikelilingi orang-orang baik dan penurut bukan orang-orang yang bebas seperti kalian.

Jadi tolong jangan kamu lihat perempuan berhijab itu kerdus "kerudung dusta" tidak semua perempuan  itu punya kesiapan hati untuk berhijab, ingat tidak semua! Dan jangan begitu mudahnya melihat seseorang hanya dari luarnya dan bahkan hanya dari perkenalan singkat, karena kamu hanya boleh menilai seseorang setelah 3 tahun atau bahkan lebih, sebab tidak semua orang sewaktu awal berkenalan menampakan sifat bahkan sikap aslinya. 



Ada pula kisah mengenai angka tujuh yang diambil dari salah satu pengalaman seseorang, tujuh tahun yang lalu kita pernah dipertemukan disaat aku duduk dibangku sekolah dasar. Tujuh tahun itu mungkin lama bagi kalian, iya begitu lama juga untuk aku menunggu untuk nantinya dipertemukan lagi sama dia, bersama seseorang yang dulu pernah datang dan singgah beberapa hari menginap dirumahku.

Tujuh tahun yang lalu kedua orang tua kita mempertemukan kita, memperkenalkan kita bahwa kita sama-sama anak bungsu dari tiga bersaudara, dengan jarak perbedaan dua tahun dan kamu lebih tua daripada aku. Tujuh tahun yang lalu kita dipertemukan tanpa adanya sapaan kecil yang kamu lontarkan untuk aku. Sebab aku tahu, kamu adalah bocah laki-laki yang pendiam, tidak seperti aku bocah perempuan yang periang dan suka memamerkan sesuatu hal, sebab karna aku ingin diperhatikan dan aku hanya ingin kalian melihat aku dan memuci aku bukan orang lain, dan aku pun selalu beranggapan bahwa cuma aku tidak boleh ada orang lain yang melebihi aku, egoiskah?

Dan itu adalah kisah dimana tujuh tahun yang lalu kita pernah dipertemukan, dan ketahuilah dari tujuh tahun kita terpisah itu aku banyak belajar banyak hal, dan kini aku tumbuh menjadi gadis yang beranjak dewasa, mencoba merangkai beberapa pembelajaran hidup, mencoba untuk mengenal cinta, sakit hati dan kekecewaan, dan itu aku belajar untuk bersakit-sakit dahulu baru bersenang-senang sama kamu, ah tidak aku hanya berkhayal akan hal itu.

Setelah tujuh tahun berlalu, tujuh tahun penantian, dan bahkan tujuh tahun pembelajaran, kamu tahu aku tidak pernah berharap besar untuk nantinya aku bertemu kamu, pokoknya aku harus ketemu kamu, tidak aku tidak punya pemikiran seperti itu, melainkan aku hanya menyelipkan doa didalam sholatku semoga nantinya kita dipertemukan kembali, dan nyatanya itu terjadi beberapa bulan yang lalu, aku bertemu dia disalah satu kota indah di Indonesia, dan saat itulah kita tahu bahwa kita sudah sama-sama duduk dibangku universitas, bukanlah dulu waktu aku duduk disekolah dasar dan kamu disekolah menengah pertama.

Satu hal yang buat aku senang, kamu mencari tahu sosok aku dari belakang, dan kemudian melihatku meskipun itu tanpa senyum, iya kamu masih layaknya dirimu yang dulu, yang tujuh tahun silam yang masih diam-diam menatapku tanpa memberikan senyuman hangat. Dan pada saat itulah kamu pun yang pertama kalinya menyapaku, ya ALLAH itu adalah keajaiban permulaan dan peningkatan setelah tujuh tahun yang lalu kita hanya terpaku dalam diam, dalam keheningan dan saling menatap, tapi sekarang kamu menyapaku meskipun aku tak bisa memberanikan diri untuk melihat matamu lebih lama, karna apa aku takut terpikat, iya aku takut terpikat dan nantinya menjadi berharap banyak untuk sama kamu.

Ketahuilah semenjak kejadian itu aku senang, tujuh tahun penantian, tujuh tahun yang terselip doa disetiap sholat, dan akhirnya tujuh tahun itu dipertemukan kembali dan menjadi peningkatan besar diantara kita. Dan kini aku masih menyelipkan doa disetiap sholatku, apakah rencana ALLAH untuk kita ditujuh tahun yang akan datang?



Dan ini adalah kisah terakhir yang aku tulis dari pengalaman seseorang mengenai angka tujuh. Bahwa kita berbeda tujuh tahun! Awalnya aku mematok umur untuk siapapun pria yang nantinya akan menjalin kasih bersamaku 0-5 tahun, tapi nyatanya ALLAH mempertemukan kamu sosok pria dewasa yang mempunyai sifat lucu bahkan malu-malu, iya kamu aneh tapi kamu lucu, pria yang berbicara dengan logat sunda dan  sering kali jail dengan teman-temannya.

Ups maaf terlalu singkat pertemuan kita tidak seharusnya aku mendeskripsikan diri kamu, tapi ketahuilah selama ini aku masih melihat kamu baik-baik saja, meskipun kamu adalah pria perokok dan aku tak suka.

Kita memang baru sehari kenal, dan sekali dipertemukan tapi aku tahu bahwa kamu berharap lebih kan? Tanpa kamu jujur pun, aku bisa merasakan itu.. Merasakan bahwa pada saat dihari itu juga kamu punya maksud lebih diantara kita, namun balik lagi kita baru sekali dipertemukan dan kamu hanya tahu diriku dari orang lain, bukan dari kamu lihat diri aku seutuhnya.

Aku pun tidak pernah mengerti akan perasaan aku sama kamu, suka, kagum atau bagaimana pun itu aku tidak tahu? Melainkan aku hanya ingin bertemu kamu untuk kesekian kalinya, melihat wajah lucu mu itu dan mendengar logat bicaramu. Tapi itu semua tidak menjamin bahwa nantinya aku memilih kamu dan meninggalkan dia, ataupun malah sebaliknya. Tidak aku hanya ingin menambah banyak teman, terlebih lagi kamu adalah pria dewasa, sebab karna kamu adalah pria yang aku kenal dan terpaut tujuh tahun dari diriku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar