Dulu kita memang indah, penuh makna bahkan penuh suka dan duka.
Melangkah bahagia ditengah ketidaktahuan orang lain.
Dan berpura-pura diam, bahkan tidak tahu hal-hal yang sebenarnya kita ketahui.
Diam-diam menyimpan rasa yang terkadang diabaikan olehnya.
Dan diam-diam memperhatikan, dan sering kali terjebak karna dia melihat tingkah kita.
Didepan orang lain kita tak pernah akrab, tapi dibelakang orang lain kita sempat akrab bukan?
Mungkin itu sebabnya, kamu tak ingin orang lain tahu tentang keberadaan kita?
Bahkan setelah orang lain tahu tentang kita, kamu sering kali berperilaku kasar, menjauh dan menjauh seakan-akan ingin pergi meninggalkan aku.
Dan disaat aku mencoba mendekat lagi, dengan mudahnya kamu pasang tembok pembatas, yang ingin memisahkan aku dan kamu lagi.
Memang kamu pernah sadar bahwa aku jatuh bangun berkorban hanya untuk kita akrab lagi?
Tidak kan, karna kamu cuma bisa pasang tembok pembatas yang cukup kokoh untuk aku robohkan!