Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan
Kemiskinan
Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum
sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang
disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu
tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha
berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan
adalah produk dari epistemologi.
Ilmu bisa didapat dari mana saja, entah itu dari buku, benda–benda ataupun dari
pengalaman yang ditemukan didunia.
Menurut para ahli mendefinisikan ilmu
sbagai berikut :
a) Ilmu adalah pengetahuan yang bersifat
umum dan sistematis, pengetahuan dari mana dapat disimpulkan dalil-dalil
tertentu menurut kaidah-kaidah umum. (Nazir, 1988)
b) Konsepsi ilmu pada dasarnya mencakup
tiga hal, yaitu adanya rasionalitas, dapat digeneralisasi dan dapat
disistematisasi (Shapere, 1974)
c) Pengertian ilmu mencakup logika,
adanya interpretasi subjektif dan konsistensi dengan realitas sosial (Schulz,
1962)
Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Banyak
kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global masa kini) dan telah memungkinkan
bertambahnya kaum senggang. Banyak proses
teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar,
dan menguras sumber daya alam, merugikan dan merusak bumi dan lingkungan. Berbagai macam penerapan teknologi telah mepengaruhi nilai suatu masyarakat dan teknologi baru
seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh,
meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia,
suatu istilah yang pada awalnynya hanya menyangkup permesinan, contoh lainnya
adalah tantangan norma-norma tradisional.
Keadaan ini membahayakan lingkungan dan dapat mengucilkan
manusia, memandang proses teknologi yang berkelanjutan sebagai hal yang
menguntungkan bagi masyarakat dan kondisi manusia. Tentu saja, paling sedikit
hingga saat ini, diyakini bahwa pengembangan teknologi hanya terbatas bagi umat
manusia, tetapi kajian-kajian ilmiah terbaru mengisyaratkan bahwa primata lainnya dan komunitas lumba-lumba tertentu telah mengembangkan alat-alat
sederhana dan belajar untuk mewariskan pengetahuan mereka kepada keturunan
mereka.
Semakin hari, semakin banyak teknologi yang berkembang, yang
bisa mempermudah manusia untuk mencari ilmu pengetahuan bahkan mencari
informasi penting bahkan dapat pula berjualan dari sistem teknologi tersebut
dengan cara menggunakan internet, dimana berkat kemajuan teknologi dapat mempermudah kecanggihan manusia untuk
lebih berfikir logis entah itu untuk mengumpulkan informasi dan bisa pula
digunakan untuk berbisnis.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya
mencakup:
- Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
- Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk dalam pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
- Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan beberapa sebab
diantaranya:
- Penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin
- Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga
- Penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar
- Penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi
- Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial
Meskipun diterima luas bahwa kemiskinan dan pengangguran
adalah sebagai akibat dari kemalasan, namun di Amerika Serikat (negara
terkaya perkapita di dunia) misalnya memiliki jutaan masyarakat yang
diistilahkan sebagai pekerja miskin yaitu,
orang yang tidak sejahtera atau rencana bantuan publik, namun
masih gagal melewati atas garis kemiskinan.
Tanggapan utama terhadap kemiskinan adalah:
Ø Bantuan kemiskinan, atau membantu
secara langsung kepada orang miskin. Ini telah menjadi bagian pendekatan dari
masyarakat Eropa sejak zaman pertengahan
Ø Bantuan terhadap keadaan
individu. Banyak macam kebijakan yang dijalankan untuk mengubah situasi orang
miskin berdasarkan perorangan, termasuk hukuman, pendidikan, kerja sosial,
pencarian kerja, dan lain-lain
Ø Persiapan bagi yang lemah.
Daripada memberikan bantuan secara langsung kepada orang miskin, banyak negara sejahtera menyediakan bantuan untuk orang yang
dikategorikan sebagai orang yang lebih mungkin miskin, seperti orang tua atau
orang dengan ketidakmampuan, atau keadaan yang membuat orang miskin, seperti
kebutuhan akan perawatan kesehatan
Sumber:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar