Sabtu, 22 Maret 2014

Pengantar Web Science# 1

Nama       : Cindy Amriyani
NPM        : 51412619
Kelas        : 2IA22
 
 
WEB SERVICE

 

 

Pengenalan Web Service

Web service adalah aplikasi sekumpulan data (database), perangkat lunak (software) atau bagian dari perangkat lunak yang dapat diakses secara remote oleh berbagai piranti dengan sebuah perantara tertentu, yang dirancang untuk mendukung interoperabilitas dan interaksi antar sistem pada suatu jaringan.  Secara umum,web service  dapat diidentifikasikan dengan menggunakan URL seperti hanya web pada umumnya. Namun yang membedakan web service dengan web pada umumnya adalah interaksi yang diberikan oleh web service. Berbeda dengan URL web pada umumnya, URL web service hanya menggandung kumpulan informasi, perintah, konfigurasi atau sintaks yang berguna membangun sebuah fungsi-fungsi tertentu dari aplikasi. Web service dapat diartikan juga sebuah metode pertukaran data, tanpa memperhatikan dimana sebuahdatabase ditanamkan, dibuat dalam bahasa apa sebuah aplikasi yang mengkonsumsi data, dan di platform apa sebuah data itu dikonsumsi. Web service mampu menunjang interoperabilitas. Sehingga web service mampu menjadi sebuah jembatan penghubung antara berbagai sistem yang ada.

 Web service digunakan sebagai suatu fasilitas yang disediakan oleh suatu web site untuk menyediakan layanan (dalam bentuk informasi) kepada sistem lain, sehingga sistem lain dapat berinteraksi dengan sistem tersebut melalui layanan-layanan (service) yang disediakan oleh suatu sistem yang menyediakan web service. Web service menyimpan data informasi dalam format XML, sehingga data ini dapat diakses oleh sistem lain walaupun berbeda platform, sistem operasi, maupun bahasa compiler.

Web service bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi antar pemrogram dan perusahaan, yang memungkinkan sebuah fungsi di dalam Web Service dapat dipinjam oleh aplikasi lain tanpa perlu mengetahui detil pemrograman yang terdapat di dalamnya. Beberapa alasan mengapa digunakannya web service  adalah sebagai berikut:

1.   Web service dapat digunakan untuk mentransformasikan satu atau beberapa bisnis logic atau class dan objek yang terpisah dalam satu ruang lingkup yang menjadi satu, sehingga tingkat keamanan dapat ditangani dengan baik.

2.   Web service memiliki kemudahan dalam proses deployment-nya, karena tidak memerlukan registrasi khusus ke dalam suatu sistem operasi. Web service cukup di-upload ke web server dan siap diakses oleh pihak-pihak yang telah diberikan otorisasi.

3.   Web service berjalan di port  80 yang merupakan protokol standar HTTP, dengan demikian web service tidak memerlukan konfigurasi khusus di sisi firewall.

 
Arsitektur Web Service

Web service memiliki tiga entitas dalam arsitekturnya, yaitu:

1.   Service Requester (peminta layanan)
2.   Service Provider (penyedia layanan)
3.   Service Registry (daftar layanan)


·         Service Provider: Berfungsi untuk menyediakan layanan/service dan mengolah sebuah registry agar layanan-layanan tersebut dapat tersedia.
·         Service Registry: Berfungsi sebagai lokasi central yang mendeskripsikan semua layanan/service yang telah di-register.
·         Service Requestor: Peminta layanan yang mencari dan menemukan layanan yang dibutuhkan serta menggunakan layanan tersebut.

Operasi-Operasi Web Service
Secara umum, web service memiliki tiga operasi yang terlibat di dalamnya, yaitu :

1.      Publish/Unpublish: Menerbitkan/menghapus layanan ke dalam atau dari registry
2.      Find: Service requestor mencari dan menemukan layanan yang dibutuhkan
3.     Bind: Service requestor setelah menemukan layanan yang dicarinya, kemudian melakukan binding ke service provider untuk melakukan interaksi dan mengakses layanan/service yang disediakan oleh service provider

Komponen-Komponen Web Service

 
Web service secara keseluruhan memiliki empat layer komponen seperti pada gambar di atas, yaitu:

1.      Layer 1: Protokol internet standar seperti HTTP, TCP/IP
2.      Layer 2: Simple Object Access Protocol (SOAP), merupakan protokol akses objek berbasis XML yang digunakan untuk proses pertukaran data/informasi antar layanan
3.      Layer 3: Web Service Definition Language (WSDL), merupakan suatu standar bahasa dalam format XML yang berfungsi untuk mendeskripsikan seluruh layanan yang tersedia

Mekanisme Kerja Web Service

Sebelum memasuki mekanisme kerja yang terjadi pada Web Service, akan dibahas terlebih dahulu komponen-kompenen yang mempunyai peranan penting pada Web Service, komponen-komponen tersebut dapat dilihat pada standard-standard web service itu sendiri, dimana standard-standard web service adalah sebagai berikut: WSDL Web Services Description Language Deskripsi-deskripsi dari web service UDDI Universal Discovery, Description & Integration Registry mengenai deskripsi servis SOAP Simple Object Access Protocol Protokol transport untuk berkomunikasi antar web service Standard-standard lain: WSRP, WSIA, WSXL. Selain standard-standard Web Service, juga ada Bagian-bagian Web Service (Web Service Dumpstack) yang mendeskripsikan task-task yang akan terjadi pada proses berjalannya web service, dimana task-task tersebut antara lain: Wire Protocols, Description, Discovery.

Perbedaan antara Website dengan Webservice

Dalam pengertian yang sederhana , XML Web Services dapat di definisikan sebagai aplikasi yang diakses oleh aplikasi yang lain. Mungkin orang berpendapat itu semacam web site, tetapi itu bukan demikian. Ada perbedaan – perbedaan yang membedakan dengan web site.

Perbedaan tersebut dapat dilihat dibawah ini :

Web Site

ü  Memiliki web interface
ü  Dibuat untuk ber interaksi langsung dengan user
ü  Dibuat untuk bekerja pada web browser

Web Services

Ø  Tidak memiliki interface yang bagus
Ø  Dibuat untuk berinteraksi langsung dengan aplikasi yang lain baik beda OS atau konsep sekalipun
Ø  Dibuat untuk bekerja pada semua tipe client aplikasi/perangkat device

Keuntungan penggunaan Web Service

v  Format penggunaan terbuka untuk semua platform
v  Mudah di mengerti dan mudah men-debug
v  Dukungan interface yang stabil
v  Menggunakan standard-standard “membuka service sekali” dan mempunyai pemakai banyak
v  Mudah untuk menengahi pesan-pesan proses dan menambahkan nilai
v  Routing and pengiriman
v  Security
v  Management and monitoring
v  Schema and service design
v  Akselerasi
v  Mudah untuk mengembangkan dengan semantic transport tambahan
v  Terbuka, standard-standard berbasis teks
v  Pencapaian modular
v  Tidak mahal untuk diimplementasikan (relatif)
v   Mengurangi biaya integrasi aplikasi enterprise
v  Implementasi yang incremental

 
Referensi :
http://mbahsecond.blogspot.com/2013/11/penertian-dan-cara-kerja-rpc-rmi-dan.html
http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=132941