Kelompok 4 SISBER-Data Flow Diagram Perpustakaan by cindyamri
Selasa, 25 Maret 2014
Sabtu, 22 Maret 2014
Pengantar Web Science# 1
Nama : Cindy Amriyani
Referensi :
http://mbahsecond.blogspot.com/2013/11/penertian-dan-cara-kerja-rpc-rmi-dan.html
http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=132941
NPM : 51412619
Kelas : 2IA22
WEB SERVICE
Pengenalan Web Service
Web service adalah aplikasi sekumpulan data (database), perangkat lunak (software) atau bagian
dari perangkat lunak yang dapat diakses secara remote oleh berbagai piranti
dengan sebuah perantara tertentu, yang dirancang untuk
mendukung interoperabilitas dan interaksi antar sistem pada suatu jaringan. Secara umum,web service dapat
diidentifikasikan dengan menggunakan URL seperti hanya web pada umumnya. Namun
yang membedakan web service dengan web pada umumnya adalah interaksi yang
diberikan oleh web service. Berbeda dengan URL web pada umumnya, URL web
service hanya menggandung kumpulan informasi, perintah, konfigurasi atau
sintaks yang berguna membangun sebuah fungsi-fungsi tertentu dari aplikasi. Web service dapat diartikan juga sebuah metode pertukaran data, tanpa
memperhatikan dimana sebuahdatabase ditanamkan, dibuat dalam bahasa apa sebuah
aplikasi yang mengkonsumsi data, dan di platform apa sebuah data itu
dikonsumsi. Web service mampu menunjang interoperabilitas. Sehingga web service
mampu menjadi sebuah jembatan penghubung antara berbagai sistem yang ada.
Web service digunakan sebagai suatu fasilitas yang
disediakan oleh suatu web site untuk menyediakan layanan (dalam bentuk informasi)
kepada sistem lain, sehingga sistem lain dapat berinteraksi dengan sistem tersebut
melalui layanan-layanan (service) yang disediakan oleh suatu sistem yang
menyediakan web service. Web service menyimpan data informasi dalam format XML,
sehingga data ini dapat diakses oleh sistem lain walaupun berbeda platform,
sistem operasi, maupun bahasa compiler.
Web
service bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi antar pemrogram dan perusahaan,
yang memungkinkan sebuah fungsi di dalam Web Service dapat dipinjam oleh
aplikasi lain tanpa perlu mengetahui detil pemrograman yang terdapat di dalamnya. Beberapa
alasan mengapa digunakannya web service adalah sebagai berikut:
1. Web
service dapat digunakan untuk mentransformasikan satu atau beberapa bisnis
logic atau class dan objek yang terpisah dalam satu ruang lingkup yang menjadi
satu, sehingga tingkat keamanan dapat ditangani dengan baik.
2. Web
service memiliki kemudahan dalam proses deployment-nya, karena tidak memerlukan
registrasi khusus ke dalam suatu sistem operasi. Web service cukup di-upload ke
web server dan siap diakses oleh pihak-pihak yang telah diberikan otorisasi.
3. Web
service berjalan di port 80 yang
merupakan protokol standar HTTP, dengan demikian web service tidak memerlukan
konfigurasi khusus di sisi firewall.
Arsitektur Web Service
Web service memiliki tiga entitas dalam arsitekturnya, yaitu:
1. Service
Requester (peminta layanan)
2. Service
Provider (penyedia layanan)
3. Service
Registry (daftar layanan)
·
Service Provider: Berfungsi
untuk menyediakan layanan/service dan mengolah sebuah registry agar
layanan-layanan tersebut dapat tersedia.
·
Service Registry: Berfungsi
sebagai lokasi central yang mendeskripsikan semua layanan/service yang telah
di-register.
·
Service Requestor: Peminta
layanan yang mencari dan menemukan layanan yang dibutuhkan serta menggunakan
layanan tersebut.
Operasi-Operasi Web
Service
Secara umum, web service memiliki tiga operasi yang terlibat di
dalamnya, yaitu :
1.
Publish/Unpublish:
Menerbitkan/menghapus layanan ke dalam atau dari registry
2.
Find: Service requestor mencari
dan menemukan layanan yang dibutuhkan
3. Bind: Service requestor setelah
menemukan layanan yang dicarinya, kemudian melakukan binding ke service provider
untuk melakukan interaksi dan mengakses layanan/service yang disediakan oleh
service provider
Komponen-Komponen Web
Service
Web service secara keseluruhan memiliki empat layer komponen seperti
pada gambar di atas, yaitu:
1.
Layer 1: Protokol internet
standar seperti HTTP, TCP/IP
2.
Layer 2: Simple Object Access
Protocol (SOAP), merupakan protokol akses objek berbasis XML yang digunakan untuk
proses pertukaran data/informasi antar layanan
3.
Layer 3: Web Service Definition
Language (WSDL), merupakan suatu standar bahasa dalam format XML yang berfungsi
untuk mendeskripsikan seluruh layanan yang tersedia
Mekanisme Kerja Web
Service
Sebelum memasuki
mekanisme kerja yang terjadi pada Web Service, akan dibahas terlebih dahulu
komponen-kompenen yang mempunyai peranan penting pada Web Service,
komponen-komponen tersebut dapat dilihat pada standard-standard web service itu
sendiri, dimana standard-standard web service adalah sebagai berikut: WSDL Web
Services Description Language Deskripsi-deskripsi dari web service UDDI
Universal Discovery, Description & Integration Registry mengenai deskripsi
servis SOAP Simple Object Access Protocol Protokol transport untuk
berkomunikasi antar web service Standard-standard lain: WSRP, WSIA, WSXL. Selain
standard-standard Web Service, juga ada Bagian-bagian Web Service (Web Service
Dumpstack) yang mendeskripsikan task-task yang akan terjadi pada proses
berjalannya web service, dimana task-task tersebut antara lain: Wire Protocols,
Description, Discovery.
Perbedaan antara
Website dengan Webservice
Dalam pengertian yang sederhana ,
XML Web Services dapat di definisikan sebagai aplikasi yang diakses oleh
aplikasi yang lain. Mungkin orang berpendapat itu semacam web site, tetapi itu
bukan demikian. Ada perbedaan – perbedaan yang membedakan dengan web site.
Perbedaan tersebut dapat dilihat dibawah ini :
Web Site
ü Memiliki web interface
ü Dibuat untuk ber interaksi langsung
dengan user
ü Dibuat untuk bekerja pada web
browser
Web Services
Ø Tidak memiliki interface yang bagus
Ø Dibuat untuk berinteraksi langsung
dengan aplikasi yang lain baik beda OS atau konsep sekalipun
Ø Dibuat untuk bekerja pada semua tipe
client aplikasi/perangkat device
Keuntungan penggunaan
Web Service
v Format penggunaan terbuka untuk
semua platform
v Mudah di mengerti dan mudah
men-debug
v Dukungan interface yang stabil
v Menggunakan standard-standard
“membuka service sekali” dan mempunyai pemakai banyak
v Mudah untuk menengahi pesan-pesan
proses dan menambahkan nilai
v Routing and pengiriman
v Security
v Management and monitoring
v Schema and service design
v Akselerasi
v Mudah untuk mengembangkan dengan
semantic transport tambahan
v Terbuka, standard-standard berbasis
teks
v Pencapaian modular
v Tidak mahal untuk diimplementasikan
(relatif)
v Mengurangi biaya integrasi aplikasi enterprise
v Implementasi yang incremental
http://mbahsecond.blogspot.com/2013/11/penertian-dan-cara-kerja-rpc-rmi-dan.html
http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=132941
Langganan:
Komentar (Atom)


